Tentang Inklusif 100%

14088645_1056261677742803_7823053334747831163_n-1

Tentang Inklusif 100%

Sanggar Inovasi Desa dan Program Peduli akan menindaklanjuti kegiatan Kongres Kebudayaan Desa dengan menyelenggarakan Festival Inklusif 100%. Festival ini secara khusus menyoroti salah satu aspek dari arah tatanan Indonesia baru terutama membangun masyarakat setara semartabat. Tema inklusi sosial diarahkan untuk mencari alternatif  untuk keluar dari dikotomi kota – desa, pusat – pinggiran dan maju – terbelakang. 

Dalam batas-batas tertentu, tema inklusi sosial akan menyentuh pada upaya-upaya program program pemberdayaan yang dalam realitasnya masih luput untuk memperhatikan masyarakat pinggiran untuk mendapat kesempatan yang sama. Kedua, melalui pendekatan inklusi sosial sebagai koreksi bahwa kesenjangan tidak semata-mata karena aspek ekonomi tetapi juga aspek politik, sosial dan budaya, misalnya stigma. Yang satu akan mempengaruhi yang lain. Yang ketiga adalah menampilkan pendekatan inklusi sosial sebagai model yang sensitif dengan masyarakat pinggiran sekaligus mendeskripsikan instrumen pembangunan yang selama ini tidak berfungsi dalam menangani masyarakat marjinal.

Program

  • Webinar Series
  • Festival Kopi
  • Pertunjukan Seni

Series diskusi akan dilakukan untuk belanja gagasan, menghimpun gagasan dan pemikiran dari para pemikir, praktisi, birokrat, pemerintahan, masyarakat pinggiran, organisasi masyarakat sipil dan warga desa sebagai upaya untuk merumuskan dan memberikan gambaran masyarakat atau desa inklusif.

Selengkapnya

Festival kopi yang inklusif dengan mengidentifikasi hubungan kerja antara
para pemangku kepentingan utama yaitu petani kopi, perusahaan kopi, institusi pemerintah, badan standarisasi, lembaga penelitian pertanian dan pelaku pembangunan lain yang aktif di sektor ini. Di sisi lain juga akan mempertemukan pengelola warung kopi dan perusahaan pemrosesan untuk berkomitmen mengembangkan rantai pasokan yang inklusif yang secara langsung akan membantu para produsen kopi.

Selengkapnya

Seni adalah ekspresi diri, pikiran dan perasaan atas dunia. Bagi partisipannya -pencipta dan penikmat- seni menjadi sarana penafsiran atas makna hidup sehari-hari. Dalam kata lain, makna -melalui musik- dipelajari, dibagi dan dipakai bersama, membangun kebudayaan. Salah satu fungsi seni adalah sebagai perekat sosial. Para kreatornya akan memproduksi pesan untuk disampaikan ke penikmatnya. Pesan-pesan tersebut juga berisi petunjuk-petunjuk untuk mengatur dan mengarahkan para penikat seni. Dalam kegiatan ini masyarakat pinggiran akan berkolaborasi dengan para seniman untuk mmbuat sebuah pertunjukan untuk menyampikan pesan-pesan masyarakat yang inklusif.

Selengkapnya