Seni Jadi Media Aktualisasi Diri Bagi Difabel

Acara gelar budaya menjadi penutup dari rangkaian Festival Inklusif 100 % pada Sabtu (26/9/2020). Gelaran ini menghadirkan penampilan seni kolaborasi dan talkshow.

Pada sesi talkshow, hadir sebagai narasumber yakni Sukri Budi Dharma yang dikenal dengan nama Butong atau Budi Tongkat. Pegiat seni disabilitas yang banyak bergerak di bidang seni rupa ini menjelaskan rencana agenda di Yogyakarta pada 2021 mendatang. Yaitu gelaran Jogja Bienalle Disabilty Arts dengan Yogyakarta sebagai tuan rumahnya.

Acara ini menjadi tempat bagi perupa difabel, seniman difabel untuk unjuk gigi di bidang seni.

Kegiatan ini muncul karena adanya ruang seni yang terbatas. Para penggerak kemudian memiliki niatan untuk memberi ruang agar seniman difabel mendapat tempat dalam menampilkan karyanya.

Adapun cikal bakal kegiatan ini sudah lama ada. Sejauh ini, acara tersebut sudah memperoleh dukungan dari ISI Yogyakarta dan Desa Panggungharjo.

Festival seni yang rencananya akan menjadi kegiatan rutin dua tahunan tersebut akan didahului oleh pra event. Kegiatan tersebut berisi diskusi dan serial workshop yang bertujuan mempromosikan seni untuk kelompok difabel.

Budi menyatakan jika inklusivitas tidak hanya sekadar fisik tapi juga ruang berpikir. Dahulu nenek moyang masyarakat Yogyakarta memiliki budaya inklusif meskipun tidak diteorikan.

Di Kraton Yogyakarta misalnya, ada abdi dalem polowijo yang terdiri dari penyandang disabilitas. Hal itu menunjukkan bahwa keraton sudah memberi ruang bagi para difabel.

Dirinya yakin bahwa era digital juga telah memberikan ruang lebih besar lagi bagi kampanye kesetaraan.

Pun demikian halnya dengan Festival Inklusif 100%. Menurut dia, acara ini membawa pesan positif mengenai isu disabilitas. Ia berharap akan ada lebih banyak kesempatan bagi kelompok difabel untuk memprtunjukkan karya seninya. Dirinya menegaskan, toleransi terhadap kelompok difabel merupakan sikap yang harus dibawa tiap hari dan perlu dibiasakan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *